Oleh:
Tim Redaksi Ruang Dosen
Halo Rekan Dosen dan Peneliti!
Bagi seorang akademisi, menunggu balasan dari pengelola
jurnal ilmiah sering kali terasa seperti menunggu ketidakpastian. Naskah sudah
dikirim sejak semester lalu, tetapi status di sistem OJS (Open Journal System) masih saja
menancap tangguh di angka "Submitted"
atau "In Review"
selama berbulan-bulan. Padahal, kebutuhan seperti pelaporan BKD (Bebas Bebas
Kinerja Dosen), usulan kenaikan jabatan fungsional (Jafung), hingga syarat
kelulusan mahasiswa bimbingan sudah mengejar di depan mata.
Di tengah situasi penuh tekanan tersebut, pertanyaan
yang paling sering beredar di ruang dosen atau grup WhatsApp civitas akademika
biasanya adalah:
"Ada
rekomendasi jurnal SINTA yang proses review-nya cepat tidak, ya?"
Artikel kali ini dari Klaster 3: Publikasi Ilmiah akan membedah dapur
pengelolaan jurnal di Indonesia, rahasia di balik jurnal yang memiliki proses review cepat, daftar contoh
jurnal SINTA dengan alur terkelola baik, serta panduan praktis agar naskah kita
tidak tertahan lama di meja redaksi.
Mengapa Durasi Review Tiap Jurnal Bisa Sangat Berbeda?
Sebelum kita masuk ke daftar dan strategi pencarian,
mari kita bedah terlebih dahulu mengapa satu jurnal bisa menyelesaikan proses review dalam 2 hingga 4 minggu,
sementara jurnal lain membutuhkan waktu hingga 6 bulan bahkan setahun.
1. Model Pengelolaan dan Frekuensi Terbit
Jurnal yang terbit 4 hingga 6 kali dalam semahun (atau
model continuous publication)
memiliki dinamika kerja yang jauh lebih cepat dibandingkan jurnal yang hanya
terbit 2 kali semahun. Pengelola jurnal dengan frekuensi tinggi biasanya
memiliki workflow yang ketat
dan sistem antrean yang dinamis.
2. Ketersediaan Mitra Bestari (Peer Reviewer) Dedicated
Masalah utama yang kerap memicu keterlambatan adalah
sulitnya mencari reviewer
yang bersedia dan memiliki waktu untuk menelaah naskah. Jurnal-jurnal yang
prosesnya cepat umumnya memiliki jaringan reviewer internal atau mitra tetap yang responsif
dan terikat kesepakatan batas waktu (deadline) review yang jelas (misalnya 10–14 hari).
3. Ketegasan Editor pada Tahap Desk Screening
Jurnal yang efisien tidak menumpuk naskah yang tidak
layak. Pada tahap awal (desk
review), editor langsung menyeleksi naskah dari segi kesesuaian
fokus/cakupan (scope),
format, dan tingkat kemiripan (similarity
index). Jika tidak memenuhi kriteria dasar, naskah akan langsung
dikembalikan (desk reject)
dalam hitungan hari. Hal ini mempercepat antrean bagi naskah-naskah yang memang
layak diproses ke tahap review.
Rahasia Menemukan Jurnal SINTA dengan Proses Cepat
Daripada hanya mengandalkan kabar burung dari rekan
sejawat yang terkadang sudah tidak akurat (karena pengelola jurnal bisa
berganti pengurus), Anda bisa menerapkan metode identifikasi mandiri berikut
melalui laman resmi SINTA
(Science and Technology Index) dan situs OJS jurnal target:
1. Cek Archives
dan Riwayat Tanggal Diterima (Article
History)
Buka situs OJS jurnal yang ingin Anda tuju, pilih salah
satu edisi terbitan terbaru, lalu buka beberapa artikel PDF-nya. Cari bagian Article History (biasanya
tertera di bagian header, footer, atau halaman pertama artikel).
·
Perhatikan rentang tanggal: Received (Diterima), Revised (Direvisi), dan Accepted (Disetujui).
·
Jika rata-rata jarak antara Received hingga Accepted berkisar antara 1 sampai 2 bulan, maka
jurnal tersebut tergolong memiliki manajemen proses yang sangat responsif.
2. Perhatikan Rasio Jumlah Terbitan per Tahun
Jurnal yang terbit setiap bulan (12 nomor/tahun) atau
bimonthly (6 nomor/tahun) secara statistik membutuhkan suplai naskah yang
konsisten. Jurnal-jurnal seperti ini cenderung memproses naskah dengan tempo
yang jauh lebih cepat dibanding jurnal yang hanya terbit di bulan Mei dan
November.
3. Evaluasi Editorial Board dan Kontak Pengelola
Jurnal yang transparan akan mencantumkan kontak editor
atau Contact Person
(WhatsApp/Email) yang aktif di situs web mereka. Adanya jalur komunikasi
langsung mempermudah penulis untuk melakukan konfirmasi status naskah secara
berkala tanpa harus menunggu balasan email otomatis OJS yang kadang masuk ke
folder spam.
Contoh Ilustratif Jurnal SINTA dengan Tata Kelola
Cepat
Berikut adalah beberapa contoh profil jurnal terindeks
SINTA lintas disiplin ilmu yang dikenal memiliki siklus penerbitan teratur dan
manajemen review yang terstruktur rapi.
Catatan:
Status akreditasi SINTA dan kecepatan review dapat berubah sesuai dengan
kebijakan pengelola terbaru. Selalu lakukan verifikasi ulang pada riwayat
terbitan terbaru di OJS masing-masing.
1. Jurnal Bidang Pendidikan & Sosial-Humaniora
·
Jurnal Edukatif (Jurnal Ilmu Pendidikan): Dikenal
memiliki frekuensi terbitan yang cukup tinggi dalam setahun. Proses penelaahan
awal dan komunikasi editorialnya tergolong responsif bagi para peneliti di
bidang pendidikan.
·
Jurnal Obsesi (Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini):
Memiliki manajemen OJS yang sangat aktif dengan kepastian workflow. Riwayat
artikelnya menunjukkan transparansi rentang waktu review yang relatif terukur.
2. Jurnal Bidang Komputer, Teknologi, & Rekayasa
·
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi):
Salah satu jurnal di bidang IT/Ilmu Komputer yang terkenal dengan pengelolaan
profesional. Editor memberikan batas waktu yang jelas bagi reviewer sehingga penulis
mendapat kepastian dalam waktu yang terhitung relatif cepat untuk standar
jurnal bereputasi.
·
JOINS (Journal of Information Systems): Pengelolaan
naskah yang sistematis dengan jadwal terbitan yang disiplin, cocok untuk
riset-riset terapan bidang teknologi.
3. Jurnal Bidang Ekonomi, Manajemen, & Akuntansi
·
Jurnal ECONBANK (Access to Banking and Economy): Fokus
pada kajian perbankan dan ekonomi dengan alur penelaahan yang runtut dan waktu
tanggapan editor yang komunikatif.
·
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan (JIMKES): Memiliki
ritme penerbitan berkala yang padat, memfasilitasi publikasi hasil riset
manajemen dengan proses seleksi yang terstruktur.
Perangkap yang Harus Diwaspadai: "Cepat"
Bukan Berarti "Asal-Asalan"
Mencari jurnal yang cepat itu sah-sah saja, namun
sebagai akademisi kita harus tetap kritis dan menjaga integritas ilmiah. Jangan
sampai keinginan untuk terbit cepat membuat kita terjerumus ke dalam perangkap Jurnal Predator atau Jurnal Abal-Abal.
Berikut adalah tanda-tanda bahaya (red flags) yang wajib
diwaspadai:
·
Jaminan Diterima 100% (Instant Acceptance): Jika sebuah jurnal
menjanjikan naskah pasti terbit dalam waktu 1–3 hari tanpa revisi substansial,
hampir bisa dipastikan proses peer review tidak dijalankan sebagaimana mestinya.
·
Biaya Publikasi (APC) yang Sangat Tinggi Tanpa Kejelasan
Review: Beberapan oknum memanfaatkan kepanikan penulis dengan meminta biaya
fantastis tanpa memberikan catatan perbaikan (review report) dari pakar.
·
Catatan Review yang Terlalu Umum: Jika setelah
dinyatakan diterima Anda hanya mendapat catatan seperti "Good paper, acceptable
for publication", tanpa ada koreksi metodologi, data, atau referensi,
maka kualitas penelaahannya patut dipertanyakan.
Tips Agar Artikel Anda Diproses Cepat oleh Editor
Sering kali, keterlambatan sebuah naskah bukan
disebabkan oleh pengelola jurnal, melainkan oleh kelalaian penulis sendiri.
Jika Anda ingin naskah Anda langsung masuk ke meja reviewer tanpa tertahan lama di meja editor,
terapkan 4 jurus berikut:
[Kepatuhan Template] ──> [Bebas Plagiarisme] ──> [Referensi
Kebaruan] ──> [Cover Letter]
│ │ │ │
▼ ▼ ▼ ▼
Proses Kilat Lolos Screening Disukai Reviewer Kesan Profesional
1. Gunakan Template Resmi Secara Presisi
Editor sangat menyukai naskah yang begitu diunduh sudah
rapi sesuai format jurnal (gaya selingkung). Mulai dari tata letak tabel,
format gambar, jenis huruf, hingga penulisan marjin. Naskah yang formatnya
berantakan biasanya langsung diabaikan atau diminta revisi format di awal yang
membuang waktu 1–2 minggu.
2. Lampirkan Hasil Cek Plagiarisme (Similarity Index)
Sertakan lampiran hasil cek Turnitin atau iThenticate
saat melakukan submission.
Pastikan skor kesamaan di bawah 15–20%. Ini akan menghemat waktu editor dalam
melakukan screening awal.
3. Patuhi Tata Cara Penulisan Referensi
Gunakan selalu aplikasi manajer referensi seperti Mendeley, Zotero, atau EndNote. Naskah yang daftar
pustakanya diketik manual sering kali memiliki ketidakcocokan antara sitasi di
dalam teks dan daftar pustaka di belakang, yang membuat reviewer malas membaca.
4. Tulis Cover
Letter yang Profesional
Gunakan fitur pesan kepada editor (Comments for the Editor) saat
submit. Tuliskan ringkasan singkat mengenai fokus penelitian, kebaruan (novelty), serta alasan mengapa
naskah Anda sangat relevan dengan pembaca jurnal tersebut.
Penutup
Mendapatkan jurnal SINTA dengan proses review yang cepat dan terkelola
baik memang membutuhkan ketelitian dalam memilah. Kuncinya terletak pada riset
mandiri terhadap article history
di situs OJS jurnal, kepatuhan kita sebagai penulis terhadap petunjuk
penulisan, serta komunikasi yang santun dan profesional dengan pihak pengelola.
Ingat, publikasi ilmiah bukan sekadar pemenuhan gugur
kewajiban administratif, melainkan pertanggungjawaban karya intelektual kita
kepada masyarakat luas. Selamat memilah jurnal, tetap jaga integritas ilmiah,
dan semoga artikel Anda segera mendapatkan status Accepted!
Bagaimana
pengalaman publikasimu sejauh ini? Berapa lama waktu tercepat atau terlama
naskahmu menggantung di OJS? Bagikan ceritamu di kolom komentar di bawah ya!